Warning: include(forms.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/batikdam/public_html/wp-content/plugins/wp-responder-email-autoresponder-and-newsletter-plugin/wpresponder.php on line 42

Warning: include(forms.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/batikdam/public_html/wp-content/plugins/wp-responder-email-autoresponder-and-newsletter-plugin/wpresponder.php on line 42

Warning: include() [function.include]: Failed opening 'forms.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/batikdam/public_html/wp-content/plugins/wp-responder-email-autoresponder-and-newsletter-plugin/wpresponder.php on line 42
Motif Batik Indonesia | Batik Damayanti

Posts Tagged ‘motif batik indonesia’

Sejarah Batik Indonesia

Tuesday, August 10th, 2010

Sejarah Batik Indonesia  Dari Kerajaan Majapahit Hingga Sekitar Jawa

Batik yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sekarang, bahkan sampai diekspor keluar negeri, sesungguhnya memiliki sejarah panjang. Asal mula batik Indonesia ternyata sangat berkaitan dengan semakin berkembangnya kerajaan Majapahit dan penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Ini terjadi sekitar akhir abad ke-18. Awal mulanya batik dijadikan busana para raja di Kerajaan Majapahit, dan semakin meluas hingga ke Kerajaan Mataram, Yogyakarta dan Solo. Saat di Kerajaam Majapahit, para abdi dalem membuat batik tulis untuk dikenakan oleh para raja, anggota keluarga dan pengikut raja. Dimana para pengikut ini banyak yang tinggal di luar kerajaan. Oleh sebab itu kebudayaan membatik ini lambat laun menyebar kepada rakyat biasa di rumahnya masing-masing. Pada saat itu, membatik menjadi bagian dari pekerjaan para wanita untuk mengisi waktu luang dan mendapat penghasilan. Sehingga pakaian batik tidak lagi terbatas untuk para raja dan keluarganya, tetapi menjadi pakaian sehari-hari rakyat, baik untuk wanita maupun pria. Setelah abad ke 20, sekitar tahun 1920, dimana batik cap mulai dikenal luas dan Islam bertambah marak di Indonesia, banyak pusat santri di Jawa yang menjadikan produksi batik sebagai motor penggerak ekonomi masyarakatnya. Bahan pewarnaan untuk membatik saat itu masih sangat tradisionil dan alami, yaitu menggunakan warna diolah dari pohon mengkudu, nila, tinggi, soga. Garam yang dipakai adalah tanah lumpur dan soda abu dipakai sebagai bahan sodanya.

Kesenian membatik yang ada di daerah Mojokerto dan Tulung Agung, memiliki asal dari kerajaan Majapahit. Jaman dahulu, di Tulung Agung yang masih merupakan bagian daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit dikuasai oleh Adipati Kalang yang membelot dari Kerajaan Mahapahit. Namun kebudayaan membatik masih tetap terbawa oleh masyarakatnya. Dan itu menyebar hingga ke daerah Mojokerto. Maka hingga sekarang dikenal pula jenis batik Mojokerto. Kala itu kain putih yang dipakai membatik ditenun sendiri.  Dengan masuknya pedagang dari Cina yang membawa obat-obatan dan teknik cap, akhirnya membatik mulai di produksi secara masal dengan teknik cap.  Budaya baitk batik tulis atau batik cap ini terus meluas hingga ke daerah lainnya seperti Trenggalek, dan Kediri.

Sejarah Batik Indonesia meluas ke wilayah Jawa Timur, yaitu Ponorogo, Pekalongan dan Banyumas. Dengan maksud menyebarkan ajaran Islam ke wilayah Jawa Timur oleh salah satu raja Majapahit, maka budaya batik pun turut disebarkan disana. Dengan terjadinya penjajahan Belanda pun akhirnya para keluarga raja di Jawa Tengah banyak yang mengungsi ke wilaya barat dan timur Jawa, hingga batik terus meluas ke daerah lainnya seperti: Cirebon, Ciamis, Tegal, Kebumen, Kudus, dan akhirnya hampir menyeluruh ke seluruh kota di dalam dan luar pulau Jawa.

Gambar Batik Indonesia

Tuesday, August 10th, 2010

Aneka Gambar Batik Indonesia

Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau, bermacam seni budaya, bahasa, dan suku bangsa, dimata internasional sangat dikenal dengan karya batiknya. Budaya batik yang tumbuh sejak masa kerajaan Majapahit, Mataran dan kerajaan lainya hingga menyebar ke seluruh pelosok negeri. Ini menjadikan budaya batik begitu melekat dengan budaya nasional Indonesia. Setiap wilayah memiliki ciri khas pembuatan batik, ada yang berbeda dalam hal teknik celup, tenun, tulis, ikat maupun capnya. Seni membatik terbagi menjadi dua, yaitu cara tradisional yang lebih dikenal dengan batik tulis dan batik tenun, dan cara modern yaitu batik cap.

Batik yang didefinisikan sebagai seni menggambar diatas kain, dulunya hanya dibuat untuk kebutuhan pakaian para raja dan pengikutnya. Batik para raja memiliki motif khusus yang mengandung makna filosofi, yaitu motif larangan. Namun kini batik sudah meluas penggnaannya, hingga menjadi pakaian kegemaran rakyat Indonesia dikala santai ataupun resmi, baik untuk pria maupun wanita. Kini batik berkembang sangat pesat dan tumbuh menjadi industri batik, dimana banyak pabrik, produsen, distributor maupun agen yang terkait didalamnya.

Terdapat banyak sekali motif atau gambar batik Indonesia. Dari mulai yang paling umum adalah motif bunga, garuda dan parang, kini dengan banyaknya desainer Indonesia yang menggeluti dunia batik, turut menciptakan motif batik yang lebih populer. Beragam motif batik antara lain: Cuwiri, arti filosofinya kecil-kecil, pemakainya pantas dihormati, unsur motif Meru dan Gurda, dipakai Kemben; Sido Mukti, arti filosofinya selalu sejahtera dan unsur motif Gurda, biasa dipakai upacara pernikahan; Kawung, arti filosofi lambang kekuasaan, unsur motif geometris, biasa dipakai kain panjang; Pamiluto, arti filosofinya perekat kekeluargaan dan daya tarik, unsur motif parang, ceplok dan truntun, biasa dipakai pertunangan; Parang Kusumo, arti filosofinya mekar dan terlihat indah, unsur motif parang dan mlinjon, biasa dipakai pertunangan; Ceplok Kasatrian, arti filosofinya gagah untuk kelas ekonomi menengah kebawah, unsur motif parang, gurda dan meru, biasa dipakai mengiringi pengantin; Nitik Karawitan, arti filosofinya orang bijaksanya, unsur motif ceplok, biasa dipakai sebagai kain panjang; Truntum, arti filosofinya menuntun, biasa dipakai pernikahan, ciri khas kerokan; Ciptoning, arti filosofinya orang bijak menunjuki jalan yang benar, unsur motif parang dan wayang, dipakai sebagai kain panjang; Tambal, arti filosofinya dapat dipakai untuk orang sakit sebagai selilmut agar menumbuhkan semangat hidup, unsur motif ceplok, parang dan meru, dipakai sebagai kain panjang; Slobog, arti filosofinya longgar dan untuk melayat jenazah agar alhamrhum dapat mudah menemui Sang Khalik, unsur motif ceplok, dipakai sebagai kain panjang; Parang Rusak, artinya senjata, motif parang dan mlijon; dan Udan Liris, artinya kesuburan, motif geometris dan suluran.

Motif Batik Indonesia

Friday, July 30th, 2010

Keberagaman Motif Batik Indonesia

Indonesia yang dikarunai berbagai macam kekayaan alam dan keberagaman budayanya pantas untuk berbangga dan berbenah diri untuk kemajuan bangsanya. Karena berbagai macam sumber daya alam, flora, fauna, budaya, bahasa pantas untuk dijadikan modal utama membangun bangsa. Salah satu warisan budaya leluhur yang dimiliki Indonesia adalah batik. Batik yang diadopsi dari kebudayaan Mesir kuno sejak abad ke-4 Sebelum Masehi dan dibawa menjadi kebudayaan berbusana para raja di kerajaan zaman dulu, sehingga menjadi pakaian dan kerajinan khas untuk berbagai kalangan di Indonesia, telah menjadi resmi warisan budaya milik Indonesia. Hal ini telah diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Dengan beragamnya budaya dan suku bangsa yang ada ini membuat motif batik Indonesia sangat beragam coraknya. Dahulu kala, salah satu pahlawan wanita Indonesia bernama RA Kartini sering menggunakan batik bermotif parang. Ini merupakan motif resmi untuk para bangsawan. Ada motif-motif batik yang memang khusus dipakai untuk keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta dan menunjukkan status sosialnya. Motif batik tersebut memiliki prlambangan dan filosofi khusus.

Secara umum batik dapat dikategorikan dengan cara pembuatannya dalam dua golongan, yaitu batik tulis dan batik cap. Pekerjaan membuat batik tulis ini pada jaman dulu sangat diminati oleh para wanita, sehingga mereka menjadikannya sebagai mata pencaharian utama. Teknik batik tulis ini bisa memakan waktu 2 sampai 3 bulan. Dengan berkembangan teknologi, dan ditemukan teknik cap, maka mulailah banyak perusahaan membuat batik cap, dimana banyak menyerap tenaga kerja pria. Proses pembuatannya sangat cepat yaitu 2 hingga 3 hari. Ada yang disebut dengan corak “Mega Mendung” yang digambarkan memiliki gaya maskulin. Corak Batik Cirebon ciri khasnya adalah gambar mahluk laut. Pada umumnya batik memiliki corak aneka bunga. Beberapa nama batik sesuai motifnya adalah Batik Solo, Batik Tiga Negeri, Batik Jawa Hokokai, Batik Buketan asal Pekalongan, Batik Lasem dan lainnya.

Hingga kini motif batik pun berkembang mengikuti jalannya trend dan mode yang ada. Seperti yang sedang marak sekarang adalah Batik Tulis Motif Megamendung Hijau Latar Belakang Putih, Batik Tulis Megamendung Merah, Batik Tulis Kuista Hijau Bertumpal, Batik Tulis Teratai Latar Putih, Batik Cap Lereng Putih Latar Ungun Pink, Batik Tulis Motif Burung dan Bunga 5 Warna Latar Oranye, Batik Tulis Kupu-Kupu Mayang Latar Coklat, Batik Cap Aster Merah, Batik Cap Motif Banten, Batik Megamendung Ungu, Batik Cap Parang Centhong, Batik Tasikmalaya, Batik Yogya, Batik Indramayu dan Batik Ceplok. Setiap daerah memiliki motif batik yang khas. Bahkan di luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi dan Papua juga memiliki cara dan motif yang unik untuk membuat batik.